Derby Manchester selalu jadi laga yang dinanti, penuh gengsi dan rivalitas panjang. Namun, pada pertemuan terakhir, Pep Guardiola lagi-lagi menunjukkan kecerdasannya dalam meracik strategi.
Kunci Taktik Sang Juru Taktik
Pelatih City dikenal sebagai ahli taktik dalam sepak. Pada derby laga panas, sang pelatih mengoptimalkan kombinasi penguasaan bola serta pergerakan anak asuh. Sasarannya nyata: membatasi ruang Manchester United untuk mengembangkan peluang.
Susunan Unik
Manchester City memainkan pola cukup variatif. Dalam defensif, 4 defender rapat. Akan tetapi saat mengendalikan bola, pola berganti menjadi 3-2-5. Skuat flank menekan agresif, menciptakan kesempatan bagi penyerang.
Dominasi Arena
Salah paling menyita perhatian adalah skill Manchester City dalam mendominasi arena. Melalui sirkulasi cepat, anak asuh Pep berhasil menguasai alur laga. Setan Merah kesulitan membangun serangan karena jarang mengendalikan posisi.
Kekuatan Anak Asuh
Manchester City memiliki kualitas skuad yang hebat. Mayoritas pemain bisa beradaptasi skema Guardiola. Inilah yang menyebabkan pola berjalan tanpa hambatan.
Konsekuensi Terhadap Manchester United
Manchester United terlihat kelabakan. Barisan bek skuad MU bolak-balik ditembus. Serangan counter kurang berbahaya. Hal ini berujung masalah berat bagi tim di bawah juru latih.
Poin untuk Kesebelasan Lain
Pelajaran apa yang mungkin diambil? Kenyataannya, sepak masa kini mewajibkan jauh lebih dari sekadar fisik. Wajib perencanaan cerdas supaya sanggup mengimbangi tim sekelas City.
Analisis Ke Depan
Pep terlihat belum habis inovasi. Selanjutnya, tidak mustahil tim biru bakal mengontrol pertarungan dan liga besar. Suporter pun menanti trik sang pelatih menyajikan inovasi berikutnya.
